@
archives

Resensi Film Pendek

This category contains 14 posts

Film Pendek Indonesia Hingga Kini – Stop Human Cloning (Wahyu Aditya, @maswaditya)

Wahyu Aditya tidak percaya bahwa eksperimen terhadap manusia akan berakhir baik-baik saja. Para manusia hasil eksperimen bisa bertindak di luar kendali dan akhirnya mencelakai pembuatnya. Maka ia menyarankan agar kita menghentikan saja “human cloning” karena akibatnya akan fatal terhadap para pelaku eksperimen itu. Dengan bentuk komedi, sebenarnya Stop Human Cloning bisa membawa ke mana saja, ke … Continue reading »

Film Pendek Indonesia Hingga Kini – Aku Dengan Nina (Dinda M. Djunanda, @djunanda)

Film dengan pendekatan found footage ini jelas mengacu pada video porno Bandung Lautan Asmara yang pernah jadi berita besar itu, terutama pada adegan-adegan di dalam kamar hotel. Coba dengarkan nama hotel yang disebut oleh tokoh dalam film ini yang konon kabarnya merupakan hotel tempat terjadinya perekaman video yang judulnya sering dikaitkan dengan sebuah perguruan tinggi … Continue reading »

Film Pendek Indonesia Hingga Kini – Bedjo Van Derlaak (@EddieCahyono)

Film yang berlatarbelakang perang, biasanya justru merupakan film yang anti perang. Lewat penggambaran perang, para pembuat film biasanya ingin menggambarkan bahwa perang tak punya kebaikan dan membuat manusia harus membunuh manusia lain tanpa alasan yang sungguh-sungguh mereka pahami. Sutradara yang kerap sinis pada glorifikasi perjauangan bersenjata dan kekerasan seperti Stanley Kubrick atau Oliver Stone menggunakan … Continue reading »

Film Pendek Indonesia Hingga Kini – Yasujiro Journey (@faozanrizal, 2005)

Ini percakapan saya dengan Faozan Rizal alias Pao seputar film Yasujiro Journey ini: Pao: Saya mau bikin film panjangnya 62 menit, tapi yang pentingyna cuma menit pertama dan menit terakhir. Di tengah-tengah, penonton boleh pulang melakukan hal yang lebih penting dalam hidup mereka. Boleh makan, boleh sholat, terserahlah! Saya: emangnya ada film begitu? Pao: di … Continue reading »

Film Pendek Indonesia Hingga Kini – Harap Tenang, Ada Ujian (@isfansyah)

Bakat Ifa Isfansyah sebagai pembuat film layar lebar sudah tampak pada film pendek ini. Ia amat terampil menguasai penyampaiak elemen naratif dengan efisiensi yang tinggi sekaligus juga menjadi milik khas medium film. Ia tidak verbal dan boros dialog. Ia lebih suka menggunakan elemen suara dan gambar untuk menyusun sebuah informasi yang tiba kepada kita tanpa … Continue reading »

Film Pendek Indonesia Hingga Kini – Free As A Bird (Dessy Darmayanti)

“Satu!”, berkali-kali si Q-Bong mengulang signposting ini dan tidak beralih ke angka “dua!”, pertanda ada yang keliru dengan cara kerja otaknya. Ia sedang mabuk, dan mewawancara orang mabuk bukanlah sebuah standar kerja jurnalisme yang baik. Dalam standar kerja wartawan, narasumber harus sadar, sehingga apa yang dikatakannya (jika punya implikasi hukum) bisa ia pertanggungjawabkan. Dengan cepat … Continue reading »

Film Pendek Indonesia Hingga Kini – Everything’s OK (Tintin Wulia)

Diantara pembuat film pendek generasi 2000-an, Tintin Wulia adalah salah seorang dari yang percaya bahwa film pendek adalah sebuah karya sendiri yang perlu ditekuni sungguh-sungguh secara tersendiri, dan bukan jalan masuk untuk membuat film panjang. Dengan komunitas Minikino yang ia bentuk di Bali, Tintin mempromosikan film pendek sebagai sebuah cara untuk “detox” dari konsumsi medium … Continue reading »

Film Pendek Indonesia Hingga Kini – Alam: Syuhada (@Hanifrancajale)

Inilah sebuah film dokumenter yang berangkat dari permainan makna ketimbang dari usaha untuk merekam sebuah realitas. Siapa anak bernama Alam ini yang tampak dipilih secara acak dan tak bisa kita anggap sebagai anak yang mewakili orang-orang segenerasinya? Apa pula usaha si pembuat film yang hanya merekamnya dalam satu kesempatan di sebuah angkot dan membiarkan anak … Continue reading »

Film Pendek Indonesia Hingga Kini – Help (Firman Widyasmara, @firmanwijasmara)

Perhatikan penjelasan terhadap film animasi ini di laman Youtube ini. Kata “experimental” di sini saya rasa lebih dekat jika diganti dengan “coba-coba iseng berhadiah” ketimbang sebuah pernyataan untuk lawan kata “mapan” atau “arusutama”. Bukan saya meremehkan karya ini, tetapi kesederhanaan metode produksi animasi ini seperti menegaskan betul bahwa kebanyakan film pendek dibuat dengan semangat mencoba, … Continue reading »

Film Pendek Indonesia Hingga Kini – Renita Renita (Tonny Trimarsanto)

Renita Renita Film ini  memandang persoalan dari perspektif sederhana, mungkin naïf, tentang satu kelompok orang-orang yang terpinggirkan. Tak ada komplikasi pandangan yang memperlihatkan waria sebagai salah satu bentuk perjuangan identitas multi-jender, bagian dari warna warni pilihan seksualitas atau eksistensi. Setidaknya, hal itu tidak dijadikan titik tolak yang dibahas berkepanjangan. Film ini lebih banyak membahas apa … Continue reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,667 other followers