@
archives

Eric Sasono

Film enthusiast
Eric Sasono has written 94 posts for Gemar Nonton Pangkal Pandai

Ciutan tentang Room 237

Hubungan manusia dan sinema itu memang tak terduga. Tak selalu ada sensibilitas, dan kita girang karenanya ‪#room237 Tak adanya sensibilitas ini menimbulkan istilah cultism, sebuah upaya memahami obsesi yg meminggirkan reason ‪#room237 Posisi cultism jadi pinggiran krn ada konotasi pra-reason, obsesif dan emosional, argumen yg dibangun arbitrary sekali ‪#room237 ‪#room237 dipenuhi obsesi dan argumen berdasar … Continue reading »

INDONÉSIE • “Les Versets de l’amour” enflamment les salles obscures

Comment imaginer un film d’amour à la sauce islam ? En reprenant les ficelles classiques du trio amoureux musulman. Les jeunes urbains et la classe moyenne attachée à la religion sont séduits.   La dernière œuvre du réalisateur Hanung Bramantyo, Les Versets de l’amour [Ayat-Ayat Cinta], est un phénomène nouveau dans le cinéma indonésien [le film a … Continue reading »

Identitas tanpa Wilayah

Sejak usia 3 tahun Lana ditinggal oleh ayahnya di kebun binatang Ragunan. Ia hidup di sana bersama binatang dan manusia-manusia yang relatif tak punya kehidupan sosial. Seluruh hidupnya dihabiskan di kebun binatang sehingga ia tak punya kenangan kolektif. Lana adalah wakil sempurna dari ketercerabutan manusia dari kenangan kolektif, salah satu landasan terpenting bagi pembentukan badan … Continue reading »

Personalized and Depersonalized Memory of Places

Short note of the Museum of Innocence and Postcards from The Zoo[1] When I visited to the Museum of Innocence in Istanbul, one display attracted my interest more than the rests. It was display No. 32, titled “The Shadows and Ghosts I Mistook for Füsun”, taken from a chapter with the same name of the … Continue reading »

The Museum of Innocence

Apakah The Museum of Innocence adalah sebuah museum? Pertanyaan itu terjadi dalam diskusi pendek saya dengan Ozlem Mertel, seorang mahasiswa museologi Universitas Bilgi, Istanbul, yang juga staf Open Society Foundation yang sehari-hari membantu kami menjalani kegiatan summer course ini. Dalam kunjungan bersama dengan instrukturnya, Ozlem bercerita bahwa diskusi seperti itu juga terjadi dan akhirnya sang instruktur menyimpulkan … Continue reading »

Para Perintis Kemerdekaan, 29 Maret 2012

Tentang Pelarangan “Prison and Paradise”

1 Saya sudah mendengar kabar ini dari akhir tahun lalu: film Penjara dan Nirwana (lebih terkenal dengan judul bahasa Inggrisnya Prison and Paradise, 2010) karya Daniel Rudi Haryanto tidak mendapat Surat Tanda Lolos Sensor (STLS) dari Lembaga Sensor Film. Artinya, film itu tidak boleh ditayangkan untuk publik di wilayah hukum Indonesia. Sesudah perubahan politik besar-besaran … Continue reading »

Film Pendek Indonesia Hingga Kini – Stop Human Cloning (Wahyu Aditya, @maswaditya)

Wahyu Aditya tidak percaya bahwa eksperimen terhadap manusia akan berakhir baik-baik saja. Para manusia hasil eksperimen bisa bertindak di luar kendali dan akhirnya mencelakai pembuatnya. Maka ia menyarankan agar kita menghentikan saja “human cloning” karena akibatnya akan fatal terhadap para pelaku eksperimen itu. Dengan bentuk komedi, sebenarnya Stop Human Cloning bisa membawa ke mana saja, ke … Continue reading »

Film Pendek Indonesia Hingga Kini – Aku Dengan Nina (Dinda M. Djunanda, @djunanda)

Film dengan pendekatan found footage ini jelas mengacu pada video porno Bandung Lautan Asmara yang pernah jadi berita besar itu, terutama pada adegan-adegan di dalam kamar hotel. Coba dengarkan nama hotel yang disebut oleh tokoh dalam film ini yang konon kabarnya merupakan hotel tempat terjadinya perekaman video yang judulnya sering dikaitkan dengan sebuah perguruan tinggi … Continue reading »

Film Pendek Indonesia Hingga Kini – Bedjo Van Derlaak (@EddieCahyono)

Film yang berlatarbelakang perang, biasanya justru merupakan film yang anti perang. Lewat penggambaran perang, para pembuat film biasanya ingin menggambarkan bahwa perang tak punya kebaikan dan membuat manusia harus membunuh manusia lain tanpa alasan yang sungguh-sungguh mereka pahami. Sutradara yang kerap sinis pada glorifikasi perjauangan bersenjata dan kekerasan seperti Stanley Kubrick atau Oliver Stone menggunakan … Continue reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,666 other followers