• Eric Sasono Film Blog

Yang Muda Yang Melawan Lupa

Mungkin rekan saya Hikmat Darmawan benar ketika ia menulis bahwa dibutuhkan waktu 10 tahun agar sebuah trauma bisa diceritakan kembali dengan cukup tenang. Hikmat menyatakan ini untuk resensi film May (Viva Westi), film yang menceritakan kembali peristiwa Mei 1998 dan akibatnya bagi bangsa ini dan juga bagi sepasang kekasih beda etnis. Ketika melihat peristiwa itu … Read more

Mati Syahid yang Subyektif

Namanya Alam, umurnya mungkin belum 20 tahun. Sepanjang film ia bercerita tentang hidupnya. Ceritanya biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa. Matanya tampak tak yakin menatap kamera. Apalagi ketika ia berkata sambil tertawa ngeles bahwa cita-citanya adalah menjadi menjadi tentara sehingga bisa mati syahid. Kesannya tak serius. Menjadi tentara reguler di negara sekuler mungkin sekali bertabrakan … Read more

Anak Punk dan Bajak Laut

Ini adalah film yang akan dibenci oleh anak punk. Penyebabnya jelas: untuk menggambarkan orang yang jahat dan berhati gelap gulita, film ini menggunakan orang yang didandani dengan rambut bergaya spike, tindik hidung, baju gelap dan segala atribut punk lainnya. Adegannya begini: berawal dari sekelompok anak punk nongkrong di pelabuhan. Dua saudara kandung, keduanya laki-laki pra … Read more

Pertanyaan Retoris Hanung Bramantyo

Anda pikir Anda sanggup menghadapi fakta? Tunggu sampai Anda menonton ?(Tanda Tanya), sebuah film yang mencoba menghadirkan fakta sementah-mentahnya tanpa prasangka. Seperti kata tagline film itu, “Masih pentingkah kita berbeda?”, film ini mencoba untuk mengubah fakta itu menjadi sebuah pertanyaan penting bagi kehidupan bersama kita sebagai bangsa. Terlalu banyak hal yang sudah kita alami bersama yang memperlihatkan bahwa … Read more

Mencatat Film Indonesia tahun 2011

2011 adalah tahun yang sulit, kata para produser film Indonesia. Hingga akhir tahun, tak ada film yang bisa mencapai angka di atas 1 juta penonton. Pencapaian paling tinggi justru dicapai film Surat Kecil untuk Tuhan, sebuah sleeper hit, yang tak pernah diduga sebelumnya. Padahal gairah untuk membuat film sedang lumayan besar.Bayangkan adanya film-film seperti Di Bawah Lindungan Kabah atau Sang … Read more

Kidlat Tahimik: A Clown Who Fights the World

Saya diminta menulis oleh Jeonju International Film Festival (JIFF) 2011 tentang pembuat film asal Filipina, Kidlat Tahimik. JIFF 2011 mengadakan retrospeksi Kidlat Tahimik, memutar seluruh film dan video works Kidlat dan mendatangkannya ke Jeonju. Buku ini terbit sebagai bagian dari retrospeksi itu. Saya sekali saya tak bisa menghadiri JIFF 2011 sehingga tak bisa bertemu Kidlat. … Read more

Interviewed by www.asiaexpress.it

Wawancara ini tentu aslinya berbahasa Inggris. Ini dia:     Before becoming one of the most influential film critics in Indonesia you started you career as a screenwriter, working on the script of Brownies and then with a project as film director, the short 4 SISI. Can you tell us something about these two experiences? … Read more

Interview di Asia Express

Kesannya saya bisa bahasa Italia. Tidak; belum. Wawancara ini dilakukan secara tertulis dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan oleh sang pewawancara. Tak apalah pamer sedikit. Isinya? Silakan baca lewat Google translate sekalipun banyak sekali kekeliruan penerjemahan.   Intervista a Eric Sasono MONDAY, 20 JUNE 2011 11:44 ARMANDO ROTONDI Interviste – Altro Dopo una breve carriera come … Read more

In Vanda’s Room: Dalam Sebuah Kamar

Film ini berangkat dari sebuah kredo ketimbang gagasan. Ketika syuting filmnya terdahulu, Ossos (Bones), sutradara Pedro Costa mengaku tak puas dengan proses syuting yang dilakukannya. Dengan segenap awak dan peralatan yang dibawa, Pedro Costa merasa hanya bisa melihat 20% dari keseluruhan set film di hadapannya. Ia merasa hal itu tidak optimal, maka Pedro pun berkesimpulan … Read more

Matematika Cinta Beda Agama

1 Nasehat saya tentang film ini: tak perlu menghubung-hubungkan judul dengan jalan cerita karena kita akan dibuat bingung: 3 hati itu milik siapa, buat apa ada 2 dunia dan kenapa hanya satu cinta. Entah kenapa para pembuatnya mengubah judul awal Komidi Puter menjadi 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta. Mungkin lantaran judul terakhir ini dianggap … Read more

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,477 other followers